Apa Yang Membedakan Perayaan Natal Katolik dan Kristen Protestan


Apa Yang Membedakan Perayaan Natal Katolik dan Kristen Protestan – Kristen serta Protestan, 2 agama Kristen yang berlainan tetapi Menyembah Allah yang serupa. Bersama memakai Alkitab sebagai ajaran tetapi terdapat sebagian adat- istiadat serta keyakinan yang berlainan di antara 2 agama ini. Salah satunya pada saat memperingati hari besar agama, paling utama Natal.

Apa Yang Membedakan Perayaan Natal Katolik dan Kristen Protestan

holyisthelamb – Bila diamati dengan cara biasa, bisa jadi pemeluk Protestan lebih hidup dalam memperingati Natal. Puncak Perayaan di gereja mereka sendiri umumnya diisi dengan tari- tarian, drama, madah, dan acara- acara lain yang amat hidup.

Melansir tuhanyesus, Persiapannya sendiri 2 hingga 3 bulan saat sebelum hari Natal. Tetapi bila kita mangulas mengenai Perayaan Paskah, pemeluk Kristen mempunyai lebih banyak Perayaan yang dicoba dalam menyongsong hari itu, semacam terdapatnya Rabu Abu, Kamis Putih, serta Sabtu Bersih tidak hanya dari Jumat Agung serta Paskah itu sendiri.

Baca juga : Siapakah Yesus? Tuhan atau Anak Tuhan?

Kemudian gimana saat memperingati Natal?

Ayo kita mulai dari mangulas persamaannya. Bagus itu Kristen ataupun Protestan bersama yakin kalau hari Natal merupakan Perayaan yang penuh bahagia sebab menyongsong kelahiran Si Juruselamat. Wujud perayaannya telah tentu dengan ibadah serta madah Natal. Di luar gereja sendiri, para jemaat hendak menghias rumah mereka dengan tumbuhan Natal serta aksesoris yang lain, dan mempersiapkan kue- kue buat menyongsong tamu- tamu yang hendak tiba.

Sedangkan perbandingan Perayaan Natal di antara Kristen serta Protestan sendiri bisa diamati dari sebagian perihal selanjutnya ini:

Peran Maria, Perempuan yang Melahirkan Yesus Kristus

Selaku perempuan yang melahirkan Yesus Kristus kedudukan Maria pasti saja amat berarti dalam anutan Kristen ataupun Protestan. Pemeluk Protestan memandang Maria selaku wujud wanita yang patuh sebab mau digunakan oleh Allah buat melahirkan Yesus. Tetapi kedudukan Maria di mari cumalah hingga bunda Yesus. Narasi mengenai Maria sendiri di golongan pemeluk Protestan tidak sangat banyak diulas. Paling tidak Maria timbul di sejauh asal usul kelahiran Yesus, dikala Yesus melangsungkan mujizat mengganti air jadi anggur di Kana, kemudian dikala Yesus akan disalibkan.

Berlainan dengan kepercayaan keyakinan pemeluk Kristen. Wujud Maria, ataupun yang lebih kerap diucap Ibu Maria mempunyai kedudukan yang amat berarti alhasil mempunyai tempat yang amat eksklusif di tengah mereka. Devosi kepada Ibu Maria amat kokoh di golongan orang Kristen. Perihal ini teruji dari gimana agama Kristen mempunyai 2 bulan spesial ialah bulan Mei serta Oktober buat meluhurkan Ibu Maria, yang biasanya diisi dengan adat- istiadat berharap Rosario ataupun dengan berkunjung ke terowongan Maria. Keadaan ini serupa sekali tidak dicoba oleh gereja- gereja Protestan alhasil meyakinkan kalau bunda dari Yesus Kristus ini sangat mempunyai tempat yang eksklusif di tengah pemeluk Kristen.

Liturgi Ibadah Perayaan Natal

Perayaan Natal di gereja- gereja Protestan tidak senantiasa serupa, mulai dari agenda Perayaan sampai lapisan ibadat ibadah. Tetapi dengan cara umumperayaan Natal di gereja- gereja Protestan senantiasa terdiri dari madah, doabersama, ceramah ataupun sabda Tuhan, penyalaan parafin dengan lagu Malam Bersih, kemudian diakhiri dengan kegiatan pucuk yang umumnya diisi dengan tari- tarian, persembahan aplaus, serta drama.

Sebaliknya gereja Kristen mempunyai 2 ibadat ibadah yang dipecah jadi ekaristi malam Natal serta ibadah Natal. Ibadat ataupun lapisan ibadahnya sendiri tentu serupa di tiap gereja Kristen di semua bumi. Mulai dari ritus pembuka, ibadat sabda, ibadat ibadat, komuni, serta ritus penutup.

Perihal ini serupa sekali berlainan dengan gereja Protestan, yangmemiliki independensi dalam menata susunan ibadah Natal mereka bagimasing- masing gereja.

GerejaKatolik Tidak Bisa Memperingati Natal Saat sebelum Bertepatan pada 24 serta 25 Desember

Untuk gereja Protestan, mereka leluasa buat memilah tanggalperayaan Natal di gereja mereka tiap- tiap. Umumnya Perayaan tersebutdibagi terkait golongan jemaat semacam biasa, pemuda- pemudi/ youth, serta sekolah minggu. Dapat sebelumbahkan sehabis bertepatan pada 25 Desember, ataupun pas di bertepatan pada itu.

Sedangkan untuk gereja Kristen, ibadah Natal cuma bisa diadakan di bertepatan pada 24 serta 25 Desember. Mereka memandang hari Natal selaku hari yang amat eksklusif serta mempersiapkannya dengan Era Adven yang diadakan sepanjang 4 minggu terbatas saat sebelum Natal, dengan tujuan supaya pemeluk Kristen bisa menyiapkan imannya buat menyongsong Si Juruselamat. Kala Era Adven Gereja Kristen sama dengan warna ibadat yang bercorak ungu selaku ikon penitensi ataupun pertobatan.

Baca juga : Renungan Refleksi Diri Sebagai Seorang Kristian

Meskipun cara memperingati Natal berlainan di antara gereja Kristen serta Protestan, tidak adayang salah dari tiap- tiap adat- istiadat serta keyakinan itu. Sebab yangterpenting di mari merupakan arti Natal itu sendiri untuk tiap pemeluk Kristen didunia. Natal merupakan mengenai kelahiran Si Juruselamat, bukan mengenai seberapameriahnya suatu gereja dalam membuat Perayaan. Sepanjang arti Natal itu masih tentang gimana menghormati hendak kelahiran Yesus Kristus, hingga setiapgereja- gereja Kristen atau Protestan mempunyai hak yang serupa buat merasakan damai serta bahagia Natal dari Si Juru selamat.