Kristen Yunani Berkelahi Mengenai Ilahiah Kristus


Kristen Yunani Berkelahi Mengenai Ilahiah Kristus – Gubernur Romawi bersabda supaya beliau terbakar hidup- hidup. la diikat pada suatu pilar serta terbakar. Tetapi, bagi seseorang saksi mata, tubuhnya tidak termakan api.” la terletak di tengah, tidak semacam daging yang dibakar, namun semacam roti di tempat pemanggangan, ataupun semacam kencana ataupun perak dimurnikan di atas tungku perapian. Kita mengesun aroma yang wangi, semacam harum kemenyan ataupun rempah mahal.” Kala seseorang pengeksekusi menikamnya, darah yang mengalir mematikan api itu.

Kristen Yunani Berkelahi Mengenai Ilahiah Kristus

holyisthelamb.com – Cerita ini terhambur ke jemaat- jemaat di semua imperium. Pada era Polikarpus, yang diperlukan cumalah ketaatan. Beliau loyal hingga mati. Dalam kurun durasi satu separuh era selanjutnya, ratusan syahid mengarah kematian mereka dengan loyal, serta banyak di antara mereka maju dengan antusias. Ini didasarkan pada informasi saksi mata uskup Smyrna itu.

Tidak banyak yang dikenal mengenai Irenaeus, seseorang pembangkang Gnostisisme pada akhir era kedua. Bisa jadi beliau dilahirkan di Asia Kecil lebih kurang pada tahun 125. Perdagangan yang mudah antara Asia Kecil serta Aduk( Prancis) berikan kesempatan untuk banyak orang Kristen buat bawa agamanya ke Prancis, tempat mereka mendirikan suatu gereja yang mapan di kota Lyons.

Ireneus dinaikan jadi uskup buat mengambil alih uskup yang terbunuh. Kala itu ada banyak orang yang sudah menganut Gnostisisme di Prancis. Penyebaran gerakan ini amat cepat sebab kalangan Gnostis memakai sebutan banyak orang Kristen— walaupun mereka membagikan pemahaman yang berlainan dengan cara radikal.

Sehabis uskup Lyons itu menekuni anutan menyimpang itu, beliau menulis” Melawan Anutan Menyimpang”, sesuatu buatan besar yang membeberkan kebegoan” anutan yang dengan cara galat diucap Gnostik” itu. Dengan menyitir cerminan dari Akad Lama serta Terkini, beliau meyakinkan kalau anutan yang mereka sebarkan merupakan salah serta tidak alkitabiah.

Sejauh hidupnya, Ireneus dengan bahagia mengenang perkenalannya dengan Polikarpus, yang sempat bersahabat dengan Rasul Yohanes. Jadi, bukanlah membingungkan kalau beliau berpedoman pada kesahan para rasul kala beliau menyangkal mengerti Gnostik. Si uskup menerangkan kalau para rasul membimbing di tempat- tempat biasa serta tidak terdapat satu juga yang disembunyikan. Di semua imperium, gereja- gereja berpedoman pada ajaran- ajaran yang cuma di informasikan para rasul Kristus, serta cuma inilah salah satunya dasar agama.

Baca Juga : Ada Beberapa Kewajiban Yang Harus Dijalini Agama Kristen

Ireneus melaporkan kalau para uskup yang ialah penjaga kepercayaan Kristen merupakan penerus para rasul. Dengan begitu, beliau sudah mengangkut derajat para uskup. Dalam bukunya” Melawan Anutan Menyimpang”, Ireneus memutuskan standar untuk dogma gereja. Seluruh bukti yang kita butuhkan telah tertera dalam Alkitab. Beliau pula meyakinkan kalau dirinya merupakan seseorang teolog terbanyak dari Rasul Paulus. Argumentasinya yang terhambur besar ialah bogem mentah besar untuk gerakan Gnostik pada masanya.

Tertulianus lahir di Kartago, dengan julukan Quintus Septimius Florens Tertullianus, beliau dibesarkan dalam keluarga berkebudayaan ateis( pagan) dan berpengalaman dalam kesusasteraan klasik, penyusunan ceramah, serta hukum. Pada tahun 196 kala beliau alihkan keahlian intelektualnya pada fundamental Kristen, beliau mengganti pola pikir serta kesusasteraan gereja di area Barat. Beliau memberitahukan sebutan” Trinitas”( dari tutur yang serupa dalam bahasa Latin) dalam kekayaan tutur Kristen; sekalian mungkin, merumuskan” Satu Allah, 3 Individu”.

Kala banyak orang Kristen Yunani sedang berkelahi mengenai ilahiah Kristus dan hubunganNya dengan Allah Bapa, Tertulianus telah berusaha memadukan keyakinan itu serta menarangkan posisi kolot. Hingga, beliau juga merintis resep yang hingga hari ini sedang kita pegang: Allah merupakan satu dasar yang terdiri dari 3 individu.

Kala ia mempersiapkan apa yang jadi ajaran Trinitas, Tertulianus tidak mengutip terminologinya dari para filsuf, namun dari Majelis hukum Bulu halus. Tutur Latin substantia bukan berarti” materi” namun” hak kepunyaan”. Maksud tutur pribadi tidaklah” individu”, semacam yang umum kita maanfaatkan, namun ialah” sesuatu pihak dalam sesuatu masalah”( di majelis hukum). Dengan begitu, jelaslah kalau 3 personae bisa memberi satu substantia. 3 individu( Bapa, Putra serta Arwah Bersih) bisa memberi satu dasar( independensi ilahi).

Pada awal mulanya, kekristenan dicemooh selaku agama banyak orang miskin serta tidak berpendidikan, serta memanglah sebetulnya banyak penganutnya tiba dari golongan kecil. Tetapi menjelang era ketiga, kaum cerdik cendekia terhebat pada era itu merupakan seseorang Kristen. Bagus ateis, pengikut anutan menyimpang ataupun orang Kristen, seluruhnya memuja- muja kaum cerdik cendekia yang bernama Origenes itu. Beliau memiliki wawasan besar serta ilmu yang besar, yang mempengaruhi berarti untuk pandangan Kristen di setelah itu hari.

Origenes lahir di Alexandria pada tahun 185. Beliau berawal dari keluarga Kristen yang alim. Sehabis bapaknya mati syahid, Origenes juga mulai mengatasi kondisi dengan bertugas selaku guru kesusastraan Yunani serta juru tulis dokumen. Sebab hanyak di antara kaum cerdik cendekia tua sudah meninggalkan Alexandria dalam gelombang penganiayaan, hingga sekolah katekisasi Kristen amat menginginkan daya guru. Pada umurnya yang kedelapan simpati, Origenes juga memangku kedudukan kepala sekolah di sekolah katekisasi itu serta mengawali karir mengajarnya yang jauh, tercantum berlatih serta menulis.

Selaku seseorang pengarang yang amat produktif Origenes bisa membuat 7 sekretarisnya padat jadwal dengan diktenya. Beliau sudah menciptakan lebih dari 2 ribu buatan, tercantum tafsiran- tafsiran atas tiap buku dalam Alkitab dan ratusan kotbah. Di antara ciptaannya yang populer merupakan Heplaxa,” Melawan Celsus”,” Atas Prinsip Awal”, dan karya- karya yang lain.

Origenes pula tidak terbebas dari kekeliruan, yang sangat mencolok merupakan anutan Plato yang banyak beliau ambil. Sebab kesalahan- kesalahan sejenis ini, hingga Uskup Demetrius dari Aleksandria melangsungkan konferensi yang mengekskomunikasi Origenes dari gereja. Walaupun Gereja Bulu halus serta Barat menyambut ekskomunikasi ini, namun Gereja di Palestina serta beberapa besar Gereja Timur tidak menerimanya. Mereka sedang mencari Origenes sebab wawasan, kebijaksanaan serta kecendekiawanannya.

Siprianus, seseorang banyak serta beradab, yang lahir, dekat tahun 200 dalam keluarga ateis. Kala beliau jadi Kristen, beliau melepaskan pola hidup lamanya, memberikan duit serta hartanya pada orang miskin, dan berjanji hendak hidup bersih. Di tengah- tengah gereja yang belum mempunyai kesatuan, beliau berupaya memadukan banyak orang Kristen lewat daya para uskup.

Dampak ketatnya peraturan gereja yang mencegah pendapatan kembali orang Kristen yang sudah” kafir”, seseorang pemimpin bernama Novatus mengawali suatu gereja saingan yang berikan peluang untuk orang- oring kafir itu jadi anggotanya. Siprianus merumuskan ini selaku sistem bernilai— terus menjadi besar dosanya, hingga terus menjadi lama pula era penyesalannya. Idenya menemukan sambutan serta jadi patuh Gereja sangat kokoh— yang terkadang disalahgunakan.

Siprianus tidak sepakat dengan perceraian ini. Beliau percaya kalau orang yakin asli wajib menempuh ganjaran buat menebus kesalahan, buat meyakinkan imannya. Pada tahun 251 Siprianus melangsungkan konsili di Kartago serta di situlah beliau membacakan ciptaannya,” Aliansi di dalam gereja”, ciptaannya yang populer serta yang amat mempengaruhi dalam asal usul gereja. Gereja, tuturnya, merupakan badan ilahi, ialah pengantin Kristus, serta cuma terdapat satu pengantin. Cuma di dalam gereja orang hendak memperoleh keamanan, di luar itu yang terdapat cumalah kemalaman serta kebimbangan. Di luar gereja, kebaktian serta para rohaniwan— apalagi Alkitab— tidak terdapat maksudnya. Seorang, dengan cara individu, tidak bisa melaksanakan kehidupan Kristen lewat kontak langsung dengan Allah; beliau menginginkan gereja.

Dengan diterimanya ilham ini, pasti saja, para uskup menemukan daya lebih besar. Siprianus pula mengakibatkan ilham kalau ekaristi merupakan dedikasi badan serta darah Kristus. Sebab para pemimpin melaksanakan gunanya dalam ibadah atas julukan Kristus, hingga perihal ini juga tingkatkan daya mereka.

Sebab rawan keretakan, gereja pada era Cyprianus berpedoman pada ide- idenya. Uskup itu pastinya tidak beranggapan kalau selaku dampak dari cara- cara yang dirintisnya buat mengumpulkan gereja, kesimpulannya pada Era Medio sebagian uskup yang rakus serta tidak beradab memakai kuasanya buat kebutuhan individu dibanding buat keadaan rohani. Bentuk jenjang yang menghasilkan” aliansi” pula sudah menimbulkan kerenggangan di antara rohaniwan serta kalangan biasa.

Antonius lahir di Mesir dekat tahun 250, dalam keluarga banyak. Kala beliau dewasa 2 puluh tahun, orang tuanya meninggal, meninggalkan semua harta untuknya. Menjajaki petunjuk Yesus, beliau memberikan tanah kepunyaannya pada banyak orang sekampung, menjual harta yang lain serta mengamalkan uangnya pada banyak orang miskin. Beliau belajar pada seseorang Kristen yang telah dewasa, serta berlatih mengenai bahagia negasi diri. Antonius makan cuma satu kali satu hari, yang terdiri dari roti serta air, dan tidur di atas lantai tidak berdasar.

Selaku salah seseorang penggagas terutama komunitas asrama sesungguhnya tidak memiliki ilham buat mendirikan apa juga. Beliau cuma hirau pada situasi spiritualnya sendiri serta menghabiskan beberapa besar waktunya seseorang diri.

Antonius meninggal pada umur 105 tahun serta hingga pada akhir hayatnya, beliau terletak dalam kondisi segar benak serta badan. Buat menghindari bertumbuhnya penyembahan di kuburannya, beliau memohon supaya beliau dikubur dengan cara bisik- bisik.

Aplikasi komunitas biarawan yang hidup bersama sudah dirintis Pachomius, seseorang sahabat Antonius. Semacam Antonius yang kokoh serta rajin, beberapa besar pengikutnya memilah jadi biarawan. Antonius sudah mengantarkan ilham kalau individu religius yang asli hendak mengundurkan diri dari kehidupan bumi dengan menjauhkan diri dari hidup berkeluarga serta kenikmatan duniawi. Sampai masa Pembaruan, ilham ini tidak sempat menemukan tantangan sungguh- sungguh