Upacara Kematian Bagi Orang Kristen


Upacara Kematian Bagi Orang Kristen – Setiap agama serta keyakinan di Indonesia ataupun di bumi, mempunyai adat- istiadat upacarakematian yang berbeda- beda. Ilustrasinya pemeluk Hindu di Bali yang populer denganupacara Ngaben, di mana jenazah ataupun jenazah terbakar supaya jiwa mereka terbebasdan lahir kembali.

Upacara Kematian Bagi Orang Kristen

holyisthelamb – Kemudian pemeluk Orang islam yang menguburkan jenazah dengan membungkusnyaterlebih dulu dengan kain kafan kemudian dikubur tanpa boks mati. Intinya darisetiap susunan seremoni kematian yang terdapat, ada arti serta tujuan tertentutergantung keyakinan tiap- tiap.

Melansir tuhanyesus, Begitu pula dengan seremoni kematian pemeluk Kristen. Jenazah orang Kristen dipakaikan jaket komplit buat pria, serta baju putih buat wanita. Jenazah pula dimasukkan ke dalam boks mati kemudian dikuburkan. Terdapat alibi khusus kenapa jenazah orang Kristen dipakaikan jaket apalagi sebagian keluarga hendak mendadani jenazah, serta kenapa wajib dimasukkan ke dalam boks terlebih dulu saat sebelum dikubur.

Baca juga : Siapakah Yakobus di Dalam Alkitab?

Ada pula sebagian ibadah semacam ibadah penghiburan, ibadah penutupan boks, sampai ibadah dikala pemakaman. Ibadah penghiburan umumnya diadakan saat sebelum boks hendak ditutup. Ibadah penghiburan bermaksud buat berikan daya pada keluarga yang dibiarkan, dan berikan penafsiran mengenai kematian itu sendiri bagi bukti Sabda Tuhan. Ibadah penutupan boks dicoba dikala boks hendak ditutup. Kemudian ibadah dikala pemakaman dicoba di tempat jenazah hendak dikubur, serta ialah ibadah terakhir dari seremoni penguburan orang Kristen.

Mangulas hal seremoni kematian, tidak sedikit orang Kristen yang sedang salah dalam memandang kematian itu sendiri. Sebab kerapkali banyak orang dengan cara tidak siuman sedang menyakini keyakinan nenek moyang yang berlawanan dengan Alkitab. Kita wajib menguasai ikatan kepercayaan Kristen kepada kebudayaan- kebudayaan kaum kita tiap- tiap. Mengenai mengharapkan orang yang tewas ilustrasinya. Kita tidak dapat mengharapkan roh mereka supaya diperoleh di bagian Tuhan, ataupun supaya Tuhan memaafkan dosa- dosa mereka. Permasalahan ke mana mereka hendak berangkat, ke sorga ataupun neraka, itu cuma dapat didetetapkan dengan memandang kehidupan mereka ketika mereka sedang hidup. Apakah ketika mereka sedang hidup mereka yakin pada Yesus ataupun tidak.( 1 Tesalonika 4: 14- 17)

Bukan mendoakan orang yang tewas, namun yang lebih pas merupakan mengharapkan orangyang dibiarkan, supaya mereka menemukan penghiburan. Sabda Tuhan sendirimengatakan kalau“ Berangkat ke rumah dukalebih bagus dari pada berangkat ke rumah acara, sebab di rumah dukalah kesudahansetiap orang; seharusnya orang yang hidup memperhatikannya…” Artinyayang jadi perihal terutama untuk kita bukan mengenai orang yang tewas, namun mengenai belasungkawa yang dialami banyak orang yang dibiarkan.

Ibadah penghiburan bisa jadi salah satu metode buat mensupport keluarga yang berkabung dengan cara penuh emosi. Saudara- saudara seiman tiba ke rumah gelisah buat menyanjung Tuhan serta mencermati ceramah bersama. Bukti hal opini serta catatan mengenai orang yang tewas pula bisa berikan penghiburan tertentu untuk keluarga yang dibiarkan.

Bagi keluarga yang dibiarkan ataupun yang lagi berkabung, meratap merupakan perihal yangwajar buat dicoba. Tuhan Yesus sendiri meratap sewaktu Lazarus tewas. Ditinggal orang yang sedemikian itu kita kasihi pasti saja hendak membuat kita merasasangat kehabisan, mengenang kita tidak hendak sempat dapat lagi berjumpa denganorang itu. Sebab itu tidak bingung umumnya ratapan dari keluarga danorang- orang terdekat sangat histeris pada dikala ibadah penutupan boks. Karenaitu merupakan peluang terakhir mereka buat memandang wajah orang yang meninggalsecara langsung.

Hal yang sepatutnya tidak dicoba merupakan lalu larut dalam kesedihan serta mulailupa kalau kematian merupakan salah satu perihal yang alami dalam hidup orang. Semuamanusia tentu mati. Seluruh orang tentu hendak meninggalkan bumi yang fanakarena Tuhan sudah mempersiapkan tempat yang abadi.

Belajar untuk merelakan orang yang sudah tewas serta perbaharui kehidupan kitatanpa orang itu dengan senantiasa dekat pada Tuhan. Tidak butuh takut akanroh orang yang sudah tewas sebab bila ia merupakan orang yang yakin, kitasudah ketahui di mana arwah itu terletak.

Baca juga : Renungan Rohani Kristen Kaum Ibu, Wanita, dan Perempuan

Namun bila orang yang ditinggalkanbelum yakin, perihal ini dapat mengajari kita buat lebih mempertimbangkan persoalankehidupan rohani kita. Peruntukan pelajaran kalau terdapat bagusnya kita mulaimengenalkan individu Tuhan Yesus pada banyak orang dekat kita yang masihhidup, supaya di dikala mereka tewas, kita tidak merasakan penyanggahan kekecewaan yangsama.